Rabu, 08 Februari 2012

konseling karir


                                              UJIAN TENGAH SEMESTER
KONSELING KARIR

1.      Jelaskan apa yang dimaksud dengan task, okupasi, pekerjaan, karir dan jabatan, job analysis, job title? Dan contohnya.

2.      Jelaskan dengan contoh lima masalah karir/pekerjaan yang dialami siswa di kelas unggul, kelas akselerasi, dan kelas biasa di sekolah?

3.      Berikan gambaran atau ilustrasitentang pelaksanaan “Layanan Informasi Pendidikan lanjutan (perguruan tinggi) dan pekerjaan/karir yang pernah saudara terimadi SLTA.


4.      Kemukakan tiga pengertian konseling karir, kemudian analisis butir-butir yang dapat di petik dari ketiga defenisi tersebut?

5.      Jelaskan latar belakang teori trait and factor, ginberg, Anne roedan bagaimana kemungkinan pelaksanaan teori tersebut di sekolah ( kekuatan dan kelemahannya)!


6.      Jelaskanlah upaya yang dapat dilakukan guru mata pelajaran, guru pembimbing, kepala sekolah dan orang tua siswa yang tidak akan melanjutkan keperguruan tinggi?

7.      Disekolah ditemui siswa yang memiliki karakteristik tertentu seperti tidak dapat menentukan pilihan pekerjaan/ pendidikan, ragu memilih pekerjaan / karir, dan ganda terima ( pilihan jamak). Jenis layanan apa yang dapat saudara beri kan! Jelaskanlah dengan contoh langkah-langkah penerapnnya?






Jawaban Ujian Tengah Semester Konseling Karir.
1.      Jelaskan apa yang dimaksud dengan task, okupasi, pekerjaan, karir dan jabatan, job analysis, job title? Dan contohnya.
Jawab :

a.      Task

v  Menurut A. Muri Yusuf (dalam Hadiarni Irman 2009:14) task adalah merupakan kinerja/unjuk kerja yang dibutuhkan dalam bekerja. Task menampilkan kegiatan fisik atau mental yang membentuk langkah-langkah logis yang diperlukan dalam suatu pekerjaan, beberapa unsur pekerjaan membentuk  satu himpunan tugas.

b.      Okupasi

v  Menurut A. Muri Yusuf ( dalam Hardiani Irman 2009:13) occupation (jabatan) adalah sekumpulan pekerjaan yang mempunyai tugas-tugas yang sama atau saling berhubungan, membutuhkan kecakapan, pengetahuan dan keterampilan yang sama pula dalam organisasi /lembaga yang berbeda,bersifat ekonomis, berorientasi tugas dan masyarakat/ society.
Contoh : Akuntansi, Sekretaris, auditing.


c.       Pekerjaan

v  Menurut Susan sears (dalam Dewa Ketut Sukardi 1989:19) pekerjaan adalah suatu kelompok posisi yang serupa yang memerlukan beberapa perlengkapan serupa dalam suatu organisasi tunggal.
Contoh : berdagang.

d.      Karir

v  Jhon Dillard ( dalam Hardiani Irman 2009:12) menyatakan bahwa karir menunjukan pada perlunya pelatihan training dan komitmen.
v  Horby ( dalam Hardiani Irman 2009:13) menyatakan karir adalah urutan okupasi dan pekerjaan utama (mayor) yang diselenggrakan atau di geluti seseorang dalam dan selama hidupnya, merupakan panggilan hidup dan memberikan kepuasan bagi diri yang bersangkutan.
v  Menurut Susan Sears (dalam Dewa Ketut Sukardi 1989:19) karir adalah ialah seluruh pekerjaan yang dikerjakan sepanjang hidup (seumur hidup).
Contoh : guru, pegawai, Dokter .

e.       Jabatan

v   Departemen Tenaga Kerja dan transmigrasi dan Biro pusat Statistik 1982 (dalam Dewa Ketut Sukardi 1989:20) jabatan adalah sekumpulan pekerjaan yang berisi tugas-tugas yang sama atau berhubungan satu dengan yang lain dan pelaksanaannya meminta kecakapan, pengetahuan keterampilan dan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang sama pula meskipun tersebar diberbagai tempat.
v  Menurut Susan sears (dalam Dewa ketut Sukardi 1989:19) ialah suatu kelompok pekerjaan yang serupa yang ditemukan dalam bermacam-macam organisasi.
Contoh : presiden, bupati, kepala sekolah, kepala jurusan.

f.        Job analysis

v  Abdul hamid Nursi (1997:20) menyatakan job analysis adalah usaha untuk mencari tahu tentang jabatan atau pekerjaan yang berkaitan dengan tugas-tugas yang dilakukan dalam suatu jabatan.
v   Menurut Libertus Jehani (2008:96) job analysis adalah merumuskan jabatan baik tenaga pelaksanaan, non manajerial maupun manajerial dalam suatu perusahaan.
Contoh : PS ( Pemeriksa Sekolah)


g.      Job title

v   
            Daftar pustaka : Hadiarni Irman. 2009. Konseling Karir. STAIN Batusangkar Press.
2.      Jelaskan dengan contoh lima masalah karir/pekerjaan yang dialami siswa di kelas unggul, kelas akselerasi, dan kelas biasa di sekolah?
Jawab :
3.      Berikan gambaran atau ilustrasitentang pelaksanaan “Layanan Informasi Pendidikan lanjutan (perguruan tinggi) dan pekerjaan/karir yang pernah saudara terimadi SLTA.
Jawab :
4.      Kemukakan tiga pengertian konseling karir, kemudian analisis butir-butir yang dapat di petik dari ketiga defenisi tersebut?
Jawab :
·         Munandir ( 1996:71) berpendapat bahwa konseling karir adalah kegiatan dan layanan bantuan kepada para siswa dengan tujuan agar siswa memperoleh pemahaman dunia kerja dan akhirnya mereka mampu menentukan kerja dan menyususn perencanaan karir masa depan.
·         Menurut Her ( dalam M. Thayep Manhiru, 1992:18) konseling karir adalah suatu perangkat, proses-proses, teknik-teknik, atau layanan-layanan yang di maksudkan untuk membantu individu memahami dan berbuat atas dasar pengenalan diri dan pengenalan kesempatan-kesempatan dalam pekerjaan, pendidikan dan waktu luang, serta mengembangkan keterampilan-keterampilan mengambil keputusan sehingga yang bersangkutan dapat menciptakan dan mengelola perkembangan karirinya.
·         Menurut Dr. Moh. Surya (dalam Dewa Ketut Sukardi) konseling karir merupakan bimbingan karir melalui pendekatan individual dalam serangkaian wawancara konseling.
·         Menurut Dewa Ketut Sukardi ( dalam Hadiarni Irman 2009:71) konseling karir adalah bantuan layanan yang diberikan kepada individu untuk memilih, menyiapkan, menyesuaikan dan menetapkan dirinya dalam pekerjaan yang sesuai, serta memperoleh kebahagiaan.
Jadi dari ke tiga pengertian konseling diatas dapat saya ambil butir-butir yang penting yaitu :
a.       Konseling karir yaitu suatu proses layanan yang sistematis, terencana dan terukur.
b.      Konseling karir ini di berikan oleh seorang konselor kepada seseorang atau  beberapa klien, contohnya kepada siswa yang bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang karirnya dimasa yang akan datang.
c.       Konseling karir ini diberikan kepada klien dalam menjalani karir pada masa hidupnya sesuai dengan bakat, minat dan potensi lain yang dimilikinya.

5.      Jelaskan latar belakang teori trait and  factor, ginberg, Anne roe dan bagaimana kemungkinan pelaksanaan teori tersebut di sekolah ( kekuatan dan kelemahannya)!
Jawab :
A.    Latar Belakang teori trait and factor
Teori trait and factor dikembangkan oleh frank parsons berawal pada akhir abab ke-19. Frank person mulai mencari suatu cara untuk membantu anak-anak remaja yang memiliki kesulitan dan permasalahan dalam memilih suatu bidang pekerjaan yang sesuai dengan potensi , bakat, minat yang dimiliki mereka.
Awal abab ke 20 konseling karir yang bersumber pada gerakan bimbingan jabatan, mendapat tempat yang makin baik di Amerika Serikat. Berdasarkan ini tidak salah kiranya Frank paeson disebut sebagai bapaknya konseling karir pada masanya dan juga sampai sekarang ini karena ide-ide yang berlian yang dilahirkannya menjadi peletak lahirnya konseling karir yang sampai saat ini terus mengalami perkembangan.
Pengertian Teori Trait and Factor secara bahasa trait diartikan sebagi sifat, karakteristik seorang individu, sedangkan factor berarti tipe-tipe, syarat-syarat tertentu yang dimiliki oleh sebuah pekerjaan atau suatu jabatan.
Asumsi teori trait and factor menurut Miller (dalam Manhiru 1992:65) ada beberapa asumsi yang mendasari lahirnya teori trait and factor. Asumsi-asumsi tersebut diantaranya :
·         Perkembangan vokasionalsebahagian besar merupakan suatu proses kognitif, keputusan-keputusan dicapai melalui penalarannya.
·         Pilihan okupasional merupakan sesuatu yang tunggal. Berdasarkan pengaruh Parson, pilihan diberikan penekanan yang terbesar dan perkembangan diberi penekanan yang sangat kecil.
Kekuatan dan kelemahan teori trait and factor :
·         Kekuatan teori trait and factor adalah :
o   Klien mendapatkan data yang akurat dan falid tentang dirinya, yang diperoleh melalui berbagai tes psikologi dan non tes psikologi dan non tes yang dikerjakan oleh konselor secara ilmiah.
o   Klien mendapatkan berbagai informasi dunia kerja dan berbagai informasi dunia kerja dan berbagai persyaratan yang mesti dimiliki untuk memasuki dunia kerja tersebut.
o   Klien mendapatkan berbagai tawaran terhadap pilihan pekerjaan, kepuasan karir dan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapinya.
o   Klien akan lebih puas apabila mendapatkan karir sesuai dengan analisis sifat dan faktor. Kemungkinan tingkat keberhasilan dan kesuksesan dalam menggeluti karir akan lebih tinggi.
·         Kelemahan teori trait and factor adalah :
o   Klien lebih bersifat pasif dan yang lebigh aktif itu adalah guru pembimbing(konselor).
o   Klien akan frustasi apbila pilihan karir tidak dapat ia temukan, karena klien terbatas pada pilihan karir yang telah ditetapkan oleh konselor berdasarkan analisa sifat dan faktor.
o   Dalam konseling yang lebih tahu tentang diri klien adalah klien itu sendiri, tugas dari konselor adalah menemukan diri klien dan melahirkan kemandirian yang sesungguhnya, sementara dalam konseling trait and factor ini sebaliknya.



B.     Latar Belakang Teori Ginzberg
Teori ini lahir merupakan usaha bersama para ahli yang terdiridari seorang ekonom , seorang psikiater , seorang psikiater, seorang sosiolog, dan seorang psikolog, diantara mereka adalah Ginzberg, Ginburg, Axelrad, dan Herma (1951), mereka inilah yang memberi pandangan bahwa pemilihan karir adalah suatu prosesyang terbuka sepanjang waktu. Ginzberg (dalam Hadiarni irman 2009: 122) menyatakan bahwa pilihan jabatan tidak hanya terjadi sekali saja, melainkan mengalami proses perkembangan yang meliputi jangka waktu antara 6-15 tahun.
Adapun yang menjadi dasar pandangan Ginzberg ( dalam Manrihu, 1992:88-89) tentang pilihan okupasional adalah sebagai berikut :
1.      Pilihan okupasional adalah suatu proses perkembangan yang secara khas berlangsung sepanjang periode umur 10 samapai 15 tahun.
2.      Proses itu sebagian besar tidak dapat diubah.
3.      Pilihan okupasional berakhir dalam suatu kompromi anatara minat-minat, kapasitas-kapasitas, nilai-nilai, dan kesempatan-kesempatan.
4.      Ada tiga periode pilihan okupasional fantasi, tentatif, dan realistik.
5.      Faktor-faktor yang mempengaruhi pilihan okupasional seseorang adalah nilai-nilai individu, faktor-faktor emosional, taraf dan jenis pendidikan, dan dampak realitas melalui tekanan-tekanan lingkungan.
Ginzberg (dalam Munandir 1996:92) menyatakan bahwa pilihan pekerjaan merupakan proses pengambilan keputusan yang berlangsung sepanjang hayatbagi mereka yang mencari banyak kepuasan dari pekerjaannya, ini mengharuskan mereka berulang-ulang melakukan penilaian kembali, dengan maksud mereka lebih dapat mencocokan tujuan-tujuan karir yang terus berubah-rubah dengan dunia kerja.
Kekuatan dan kelemahan teori Ginzberg :
C.     Latar Belakang Teori Anne Roe
Teori Ane Roe ini biasanya disebut “ a need –theory approach to career choice” ( pemilihan karir dengan pendekatan kebutuhan). Dalam teorinya Roe memandang pilihan karir seseorang dipengaruhi oleh tiga komponen yang mendasar dalam hidup, diantaranya : pertama pengaruh genetika terhadap keputusan-keputusan karir. Anne Roe memandang genetika seseorang adalah warisan dari gen ayah dan ibu, sehingga pada prinsipnya individu memiliki berbagai potensi bawaan yang akan menentukan sifat-sifat minat, bakat, dan tempramen.
Kedua pengalaman masa kecil. Hal ini sangat berkaitan dengan pola asuh orang tua terhadap anak dalam aktivitas kehidupan rumah tangga.
Ketiga kebutuhan-kebutuhan manusia dapat mempengaruhi pilihan karir seseorang, hal ini berkaitan dengan teori kebutuhan yang dikembangkan oleh Maslow (dalam Hadiarni Irman 2009:113).
Kekuatan dan kelemahan teori Anne Roe :
·         Kekuatan teori Anne roe
o   Konsentrasi emosi berpusat pada anak yang di tunjukan dengan berprilaku over protektif atau over do manding.
o   Penolakan terhadap anak dengan prilaku emosional rejection dan negatif.
o   Penerimaan terhadap anak dengan perilaku mencintai dan menerima apa adanya.
·         Kelemaha teori Anne roe
o   Hanya dikembangkan secara sempit, hanya menekan salah satuaspek saja. Misalnya : Aspek pemusatan pada konsep diri, dan aspek pemusatan pada kebutuhan.



Daftar pustaka
·         Dewa Ketut Sukardi. 1989. Pendekatan Konseling karir di dalam Bimbingan Karir (suatu pendahuluan). Jakarta timur : Ghalia Indonesia.
·         Abdul Hamid Nursi. 1977. SDM yang Produktif. Jakarta : Gema Insani Press.
·         Libertus, Jehani. 2008. Hak-hak Karyawan Kontrak. Jakarta : Forum Sahabat.
·         Dewa Ketut Sukardi,dkk. 1993. Pandfuan Perencanaan Karir. Surabaya : Usaha Nasional.
·         Mohammad Tayeb Manhiru. 1992.  Pengantar Bimbingan dan Konseling Karir. Jakarta : Bumi aksara
·         Munandir. 1996. Pengantar Bimbingan dan Konseling di Sekolah. Jakarta : Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Ditjen Dikti P2TA.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar